Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

SEBARKAN..!! Jika Istri “Minta” Duluan?? Dia Bisa Dapat Tiket masuk SURGA, Inilah Penjelasannya

Dalam kehidupan masyarakat kita yang berbudaya timur, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang wanita membicarakan dan meminta hubungan suami istri. Bagaimana Islam menjawab permasalahan istri minta hubungan duluan tersebut?

Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini.


Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’
BACA JUGA: Waspada!! Inilah Modus CARA PENIPUAN Kasir Di Indomaret, Ia Kantongi 5 Juta Perbulannya
“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’

‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,’ kata Zainab. ‘Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.’

“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.”

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya.
BACA JUGA: Subhanallah..!! Mengharukan, Satpol PP belikan baju dan makan bocah terlantar
  Tapi seperti minuman hangat yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.

Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.
BACA JUGA: Selfie Saat Salat Tarawih Bisa Lunturkan Pahala di Bulan Puasa? 'Share ya Biar Sadar'
Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”

Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Jadi jika Anda, seorang istri, belum pernah mengajak suami? Hmm, cobalah. Temukan sesuatu yang beda di sana…

Semoga memberi manfaat bagi siapa saja yang membacanya,, jangan lupa sebarkan..

Sumber : bagikan.xyz
Read more

Senin, 13 Juni 2016

Sekuat Apapun Godaan untuk Mendua, Ingatlah Selingkuh Itu Luka

Menjalin sebuah hubungan kadang ada saja godaannya. Terlebih ketika cinta yang dibangun makin pudar dan goyah, godaan untuk mendua atau pindah ke lain hati bisa sangat kuat. Apalagi jika pada saat yang bersamaan kamu sudah menemukan orang lain yang bisa memberi kenyamanan lebih, sungguh godaan untuk selingkuh itu makin kuat.

Agar tak tergoda untuk selingkuh, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu pahami. Bagaimana pun, selingkuh itu hanya akan meninggalkan luka. Dan bekas luka itu kadang selamanya tak akan pernah sembuh.




Saat Kamu Selingkuh, Akan Ada Banyak Orang yang Tersakiti

Tak hanya hati orang yang kamu selingkuhi saja yang terluka. Orang-orang di sekitarnya yang tadinya sudah memberi restu hubunganmu juga akan merasa terkhianati. Kamu akan merusak rasa percaya yang sudah diberikan oleh mereka. Kenyamanan dan kedamaian yang sudah dibangun dari awal pun akan runtuh detik itu juga.


Dia yang Jadi Selingkuhanmu Juga Punya Hati

Tegakah kamu membuat dia yang jadi selingkuhanmu hancur hidupnya gara-gara dirimu? Tak hanya pihak yang diselingkuhi yang akan terluka. Ia yang jadi selingkuhanmu bisa jadi bahan gunjingan dan rusak nama baiknya. Jangan sampai hanya karena ingin melampiaskan kekecewaan pada pasanganmu yang sekarang, kamu menjadikan orang lain sebagai sandaran lalu mengkambing hitamkannya.

Luka yang Ditimbulkan karena Perselingkuhan Susah untuk Disembuhkan

Ada perasaan terkhianati, terluka, dan tersisihkan dalam sebuah perselingkuhan. Lukanya pun akan sangat susah untuk disembuhkan. Sekalipun luka itu akan mengering, tetap saja bekasnya akan meninggalkan rasa pedih di hati. Jadi coba pikirkan dampak jangka panjangnya ketika godaan untuk selingkuh itu datang.
BACA JUGA: Astaga ... Sungguh Kejam !!! Rahasia Pabrik Rokok Ini Bisa Bikin Kamu Berhenti Merokok !!! SEBARKAN!!
Rasa Penyesalan Bisa Menghantuimu Seumur Hidupmu

Rasa bersalah dan menyesal karena perselingkuhan yang kamu lakukan bisa terus menghantuimu seumur hidupmu. Sekalipun nantinya dia sudah memaafkanmu, tapi akan ada rasa bersalah yang masih akan menggelayuti hidupmu. Kamu jadi susah untuk memaafkan dirimu sendiri sehingga hidupmu jadi kurang tenang. Tak mau kan nantinya kamu menghabiskan sisa hidupmu dalam penyesalan karena sebuah keteledoran dalam hubungan?

Perselingkuhan hanya akan meninggalkan luka, apapun alasannya. Semoga hubungan yang kamu jalin saat ini bisa terus kamu jaga, ya Ladies. Kalau ada masalah atau badai menghadang, semoga selalu ada jalan terbuka untuk melewatinya.


Sumber: Vemale

Read more

Jumat, 10 Juni 2016

Miris Bacanya..!! Pria Ini Meninggal Demi Melindungi Pacarnya dan Ini Respon Dari Sang Wanita…

Di Taiwan ada sebuah Facebook page dimana para wanita memiliki ruang untuk bergosip tentang pacarnya. Namun dewasa ini ada seorang wanita yang menceritakan kisah sedihnya yang kira-kira seperti ini…

Di fanpage ini seorang wanita menceritakan tentang pacarnya yang sangat mencintai motornya. Bahkan ketika ia bercanda bertanya kepada pacarnya, "Kalau aku dan motormu terjatuh ke dalam laut, mana yang akan kamu selamatkan? Aku atau motormu?" Pacarnya menjawab, "Motorku!"
BACA JUGA: Pria Keturunan Cina Menampar Anggota TNI di Supermarket Berastagi, Cina Mulai Berani
Namun ironis, suatu hari ketika mereka sedang berboncengan, motor yang mereka kendarai ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang. Sang wanita yang dibonceng terpental cukup jauh sedangkan pacarnya beserta dengan motornya terpental berdekatan. 

Ketika sang wanita mengerang kesakitan dan mencari pacarnya, sang pria dengan darah di sekujur tubuhnya, lutut yang penuh dengan darah, dan tangan kirinya yang gemetaran tidak menentu berjalan secara perlahan kearah sang wanita. 

Pria ini memeluk pacarnya dan menenangkan dirinya. Ketika ambulans hampir sampai di TKP, sang pria meletakkan kepalanya di pundak sang wanita dan berkata, "Sebelum ambulans sampai, biarkan aku istirahat disini ya…"
BACA JUGA: Miris Banget..!! Dagangan Tak Laku Seharian, Kakek Kurus Ini Menangis
Setelah kata-kata tersebut terucap, sang pria tidak lagi membuka matanya. Setelah diamati, ternyata almarhum kehilangan darah yang cukup banyak. Dokter mengatakan, kalau saja ia tidak bergerak dengan luka yang cukup parah, mungkin ia masih bisa tertolong.

Wanita yang dipenuhi dengan kesedihan ini mengatakan kepada orang banyak, jika kelak hal ini terjadi pada kita, harap diam di tempat dan jangan bergerak sedikitpun! Karena kita tidak pernah tahu apakah luka kita akan semakin parah jika kita bergerak. 

Sharekan ke teman-teman yang lain ya Sobat Cerpen! Jika kecelakaan terjadi, harap jangan bergerak terlalu banyak dan tunggu pertolongan datang supaya hal yang lebih buruk tidak terjadi!
Read more

Minggu, 05 Juni 2016

PENTING..!! Bila Sudah Menikah Lebih Baik Berumah Sendiri Meskipun Hanya Ngontrak

Konflik antara menantu dengan mertua memang merupakan salah satu ujian dalam berumah tangga. Namun keduanya terkadang tidak ada yang mau mengalah. Kondisi ini bisa ditolerir selama tidak bersinggungan dengan syari’at Allah. Namun ketika dengan tinggalnya menantu dengan mertua justru menghambat dakwah dan keistiqomahannya untuk ber-Islam, maka hendaknya rumah sendiri bersama suami atau istri akan lebih baik.



Kondisi ini akan semakin runyam jika pihak mertua memang belum sepenuhnya memahami agama secara benar sesuai manhaj salaf. Namun sebenarnya, jika menantu mau bersabar justru mendakwahi mertua secara pelan-pelan dengan hikmah adalah jauh lebih mulia.
BACA JUGA: Kisah Haru..!! Bagaimana Membentuk Keluarga Bahagia? Kisah Mereka Akan Membuka Pikiramu
Semua ada pertimbangan sesuai rumah tangga masing-masing. Sesuaikan pilihan ini dengan keluarga masing-masing agar diberikan jalan terbaik.

Dan jangan lupa untuk selalu memohon petunjuk kepada Allah. Insya Allah, Allah akan selalu membantu hambaNya yang selalu meminta jalan terbaik.

Read more

Miris Bacanya..!! Ibu Hamil Ini Pergi Mencari Suaminya Tengah Malam Dengan Sepeda, dan Ternyata Suaminya...

Aku sudah 5 tahun menikah dengannya dan ketika aku menikah dengannya, dia sudah mempunyai 2 anak hasil pernikahannya dengan mantan istrinya dulu. Dan ketika aku hamil, dia bilang bahwa dia akan menjagaku baik-baik sehingga anakku bisa lahir dengan sehat. Pada saat itu, aku percaya dengan perkataannya dan aku pun menjaga ayah ibunya serta kedua anaknya dengan baik. 
Kemudian ketika usia kehamilanku menginjak 9 bulan, dia memberitahuku kalau dia ingin pergi makan bersama dan karaoke-an bersama dengan teman kantornya. Dia menyuruhku untuk pulang ke rumah dan menemani ibuku semalaman, kemudian dia akan menjemputku keesokan harinya. Insting wanita memang tidak pernah salah, dalam waktu 30 menit setelah dia mengantarku, teleponnya sama sekali tidak bisa dihubungi! 
BACA JUGA: WOW,,, Bobol 217 Bank Israel & Mengambil US$ 3.5 Miliar Dibagikan Untuk Palestina
Aku sangat khawatir padanya, sehingga aku naik sepeda dan pergi mencarinya dari malam hingga pagi hari, sampai pada akhirnya badanku tidak bertenaga lagi dan aku pun pulang ke rumah untuk beristirahat. Kemudian pada siang harinya, dia pun meneleponku dan dia tidak banyak berkata apa-apa, hanya menjelaskan bahwa dia tertidur..


Kemudian setengah bulan melahirkan anakku, aku baru menyadari bahwa dia masih tetap menghubungi mantan pacarnya. Dia bahkan mempunyai panggilan khusus untuk mantannya. Dia dulu membohongiku ketika dia bilang dia pergi makan bersama dengan teman kantornya, karena dia sebenarnya pergi bersama dengan mantan pacarnya ke hotel...Aku benar-benar sangat sedih, tetapi anakku baru saja lahir, aku pun hanya bisa memberitahu diriku sendiri untuk tetap bertahan, dia pasti akan berubah..

Dia sangat perhatian dengan teman-teman wanita yang dikenalnya di internet, ketika wanita lain sedang sakit dia pun berkata, "Minumlah air yang banyak, apakah kamu sudah menjaga badanmu supaya tetap hangat, kamu harus menjaga kesehatanmu baik-baik ya." Tetapi ketika aku sakit, satu kalimat pun tidak ada yang keluar dari mulutnya, dia bahkan tidak membantuku mengerjakan tugas rumah ataupun menjaga anak sama sekali. Aku selalu membantu setiap pekerjaannya dan sibuk setiap waktu hingga aku terlihat seperti orang gila, tetapi dia malah menyemangati gadis yang bekerja dengan kita, "Kamu sudah bekerja keras beberapa hari ini, kamu pasti capek ya? Tetap semangat ya!" Suamiku tidak pernah sekalipun mengucapkan hal seperti itu kepadaku. 
BACA JUGA: Astagfirullah...Tahukah Kamu Bahwa Memakai Behel Gigi Itu Haram Hukumnya?
Anakku sudah berusia 5 tahun, dan aku baru tahu kalau dia mulai menghabiskan uangnya untuk mencari pelacur dari handphone-nya. Disana terdapat sebuah pesan yang menanyakan soal harga, servis, waktu dan tempatnya.. Dan akhirnya aku melihat sebuah nama dan nomor hotel disebutkan, aku berasa duniaku diguncang sesuatu yang besar dan aku menangis sangat lama pada saat itu.

Beberapa tahun ini, ayah ibunya sangat terhadapku, anak-anak hasil pernikahannya dulu juga sangat baik terhadapku, dan aku kira dia akan berubah setelah melihat jerih payahku. Tetapi ternyata hubungan kita hanya berdiri di atas hubunganku dengan mertuaku dan anak-anaknya. Aku tidak berani membayangkan kehidupan pernikahan kita akan menjadi seperti apa, aku sangat ingin menyerah atas pernikahan ini, tetapi aku tidak berani sama sekali.
BACA JUGA: Miris !!! Gaji Dirut BPJS 530 Juta Sebulan ! Uang Rakyat Dipalak Cuma Buat Gaji Orang?
Suamiku, mungkin kamu tidak akan pernah membaca artikel ini, tetapi aku sangat ingin memberitahumu, apakah kamu bisa sedikit saja berkorban untuk keluarga kita sendiri? Kamu hanya perlu berkata, kamu akan berubah demi keluarga ini dan segalanya akan baik-baik saja.
Aku tidak tahu aku bisa bertahan sampai berapa lama, aku seringkali menangis diam-diam di dalam selimutku dan berpura-pura sangat bahagia di depan keluargaku.

Kapankah mimpi buruk ini akan berakhir?

Pengorbanan yang sudah dilakukan wanita ini benar-benar udah banyak banget, semoga suaminya bisa melihat itu semua dan berbalik kepadanya agar semuanya bisa kembali baik-baik saja. 
Read more

Sabtu, 04 Juni 2016

Gadis Ini Menikah Dengan Pria Miskin Karena Patah Hati, Namun Apa yang Diberikan Pria Ini Padanya Membuatnya Menangis!

Banyak orang yang mendambakan kisah cinta yang romantis dan penuh dengan imajinasi. Namun masih ada sebagian orang yang merasa, kehidupan yang tenang dan terlihat sedikit datar juga bisa bahagia.

Sama seperti gadis ini, ia sempat memiliki seorang pacar dan mereka saling mencintai, namun akhirnya pacarnya menyakitinya dan meninggalkan luka yang mendalam ketika mereka putus.


Setelah ia putus, ia sangat sedih dan kesepian, hanyalah seorang pria yang tinggal di sebelah rumahnya yang sangat memperhatikannya dan membantunya keluar dari keterpurukkan ini. Mereka tidak saling mencintai, namun gadis itu sesaat berpikir mungkin hanya pria inilah yang tulus padanya sehingga pada akhirnya mereka memutuskan menikah. Gadis ini tidak ingin berfoto dan mengadakan pesta pernikahan karena ia merasa mereka dapat bercerai kapan saja.



Karena suaminya adalah pegawai yang miskin, mereka pada akhirnya harus bekerja keras di kota besar. Tidak ada perubahan yang terjadi setelah pernikahan mereka, mereka hanya pindah ke rumah kontrakan yang sedikit lebih besar dan harus bekerja keras setiap hari. Suaminya setiap hari harus bekerja pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore, sedangkan gadis ini pergi bekerja di supermarket dengan jam kerja yang tidak tetap. Keduanya pun sangat jarang berkomunikasi.
BACA JUGA: Subhanallah..!! Amalkan Doa ini, Doa Agar Cepat Memiliki Rumah
Pria ini merasa hubungan ini tidaklah sehat, ia akhirnya memutuskan membeli sebuah sepeda dan pulang ke rumah setiap istirahat siang untuk memasak dan makan bersama istrinya. Awalnya gadis ini juga tidak tahu apa yang dilakukan suaminya, namun pada akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang setiap siang dan memasak untuk suaminya, kemudian keduanya pergi kerja bersama.


Tanpa terasa, gadis ini berulang tahun pertama kalinya sejak pernikahan mereka. Di hari ulangtahunnya, suaminya membelikan sebuah kue tart kecil dan memberikannya sebuah buku tabungan. Isinya hanya 300 dollar saja. Ketika dia kebingungan akan hadiah ini, suaminya berkata, "Sejak saat ini, aku akan memberikan kamu uang tabungan 300 dollar setiap bulannya. Kerjaanmu tidak stabil, mungkin hanya cukup untuk biaya sehari-hari saja. Sekarang aku masih muda dan bisa bekerja keras, aku akan memberikan kamu sedikit uang untuk tabungan masa tuamu. Walaupun tidak banyak, aku berjanji akan terus memberikan 300 dollar setiap bulannya."
BACA JUGA: Kisah Mengharukan, Cinta Itu Tumbuh Ketika Dia Sudah Tidak di Sampingku Lagi
Gadis ini tidak percaya suaminya akan berjanji seperti demikian. Ia sendiri bahkan tidak pernah memikirkan hari tuanya, namun pria ini ternyata memikirkan hal itu. Demi memenuhi janjinya, pria ini bekerja semakin giat. Ia pun melakukan banyak pekerjaan sambilan seperti menjadi pemungun sampah di lokasi tempat tinggal mereka. Gadis ini merasa pria ini bekerja terlalu keras, namun karena kegigihannya, ia tidak mampu menghalanginya. Karena tak berdaya, dia hanya bisa menyiapkan air dan handuk untuk suaminya, dan menyiapkan beberapa butir telur baginya. Teman-teman kerjanya merasa mereka adalah pasangan yang saling mencintai.


Hidup yang datar ini tanpa terasa berlangsung selama 4 tahun. Tabungan mereka telah cukup dan akhirnya mereka membeli sebuah rumah kecil tua. Walaupun tidak mewah, namun ini adalah milik mereka sendiri. Ketika membereskan rumah barunya, gadis ini melihat fotonya 4 tahun yang lalu. Ia tiba-tiba menyadari, selama ini hidupnya begitu bahagia. Ternyata begitu lama, ia terus hidup senang dan bahagia.


Pria itu mengeluarkan buku tabungan yang ia berikan sebelumnya. Sekarang isinya tidak hanya 300 dollar saja. 300 dollar tersebut telah bertambah berkali-kali lipat. Saat ini, ia tidak mampu menahan tangisnya. Ia pun memeluk suaminya. Ia baru menyadari, ternyata ia sudah mencintai suaminya ini tanpa ia sadari. Cinta yang menggebu-gebu dan penuh dengan keromantisan hanya terdapat di masa mudanya saja. Menemukan seorang pria yang begitu mencintaimu dan rela menunggumu, benar-benar adalah sebuah kebahagiaan juga!


Sumber: cerpen.co.id
Read more

Kamis, 02 Juni 2016

MIRIS BANGET..!! Ini Baru Namanya Seorang Istri... Banyak Pria Yang Menangis Ketika Membacanya!

Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi.

Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam. Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar.


Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 miliar ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang......
BACA JUGA: NGERI BANGET..!! Ternyata yang Paling Berbahaya Dari Mi Instan Bukan Bumbunya Melainkan Benda Ini!
Akhirnya, ia pun mengajukan gugatan cerai kepada istrinya.

Sang istri duduk berhadapan dengannya. Tanpa berbicara sepatah katapun ia mendengarkan alasan sang suami mengajukan perceraian. Tatapannya terlihat tetap teduh dan tenang. Ketika hari sang istri pergi dari rumah pun tiba, sang suami membantunya memindahkan barang-barang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Demikian pernikahan yang telah dibangun selama hampir 20 tahun lebih itu pun berakhir begitu saja.

Sepanjang pagi itu, hati sang suami sungguh tidak tenang. Menjelang siang, ia pun terburu-buru kembali ke rumah tersebut. Namun ia mendapati rumah tersebut kosong, sang istri telah pergi. Di atas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan berisi 1 miliar rupiah dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya.


Saya pamit, pulang ke rumah orang tua saya. Semua selimut telah dicuci bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan di dalam kamar belakang, lemari sebelah kiri. Jangan lupa memakainya ketika cuaca mulai dingin.
BACA JUGA: Daun Kelor Dinobatkan WHO Sebagai Pohon Ajaib dan Obat Anti Kanker Terbaik
Sepatu kulitmu telah kurawat semua, nanti bila akhirnya mulai ada yang rusak, bawa ke toko sepatu di sudut jalan untuk diperbaiki.

Kemejamu kugantung pada lemari baju sebelah atas, kaos kaki, ikat pinggang kutaruh di dalam laci kecil di sebelah bawah.

Setelah aku pergi, jangan lupa meminum obat dengan teratur. Lambungmu sering bermasalah. Aku telah menitip teman membelikan obat cukup banyak untuk persediaanmu selama setengah tahun.

Oh ya, kamu sering sekali keluar rumah tanpa membawa kunci, jadi aku mencetak 1 set kunci serta kutitipkan pada security di lantai bawah. Semisalnya kamu lupa lagi membawa kunci, ambil saja padanya.

Ingat tutup pintu dan jendela sebelum pagi-pagi berangkat kerja, kalau tidak, air hujan dapat masuk merusak lantai rumah.

Aku juga membuatkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor, kamu dapat memasaknya sendiri...
BACA JUGA: Wanita Wajib Waspada.!! Telah Beredar Permen pembangkit LIBIDO, Bisa Bikin Wanita Meraba-raba...
Tulisannya jelek, sukar dibaca. Namun setiap huruf bagaikan selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya.

Ia memandang setiap pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 tahun yang lalu ketika ia masih menjadi seorang kuli bangunan, teringat suara istrinya memotong sayur, mempersiapkan pangsit di dapur, teringat betapa suara itu bagikan melodi yang indah dan betapa bahagianya ia pada saat itu. Ia pun tiba-tiba teringat janji yang diucapkannya saat itu: "Saya harus memberi kebahagiaan bagi istri saya..."    

Detik itu juga ia berlari secepat kilat segera menyalakan mobilnya. Setengah jam kemudian, dengan bersimbah keringat, akhirnya ia menemukan istrinya di dalam kereta.


Dengan nada marah ia berkata, "Kamu mau ke mana? Sepagian aku letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi pun tak dapat kutelan. Begitu caranya kamu jadi istri? Keterlaluan! Cepat ikut aku pulang!"

Mata sang istri berkaca-kaca, dengan taat ia pun berdiri mengikuti sang suami dari belakang. Mereka pun pulang. Perlahan, air mata sang istri berubah menjadi senyum bahagia....

Ia tidak mengetahui bahwa sang suami yang berjalan di depannya telah menangis sedemikian rupa. Dalam perjalanan sang suami berlari dari rumah ke stasiun kereta, ia begitu takut.. Ia takut tidak berhasil menemukan istrinya, ia sangat takut kehilangan dia.

Ia menyesali dirinya mengapa dirinya begitu bodoh hingga hendak mengusir wanita yang begitu ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 tahun ini ternyata telah mengikat erat-erat mereka berdua menjadi satu.

Kekayaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada angka di dalam buku tabungan, melainkan terletak pada senyuman bahagia pada wajah anda.


Dear Lovers, Sayangilah pasangan kalian masing-masing.. cobalah saling mencintai dan mensyukuri karunia dari Allah.. 

Mohon bantu share yaa.. CERITA tentang KEBAIKAN ini..


sumber: cerpen.co.id
Read more

Selasa, 31 Mei 2016

Kisah Mengharukan, Cinta Itu Tumbuh Ketika Dia Sudah Tidak di Sampingku Lagi

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.       

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu ta’aruf dulu dia memang tampak tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
BACA JUGA: SUNGGUH BIADAB!!! GADIS DURHAKA INI MENYIKSA IBU KANDUNGNYA
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami.Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta. Ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu. Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas.

Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
BACA JUGA: WOW,,, Bobol 217 Bank Israel & Mengambil US$ 3.5 Miliar Dibagikan Untuk Palestina
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kedalam ruangan kami, dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu (Mario) yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, canda Meisha pada Mario lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario. Tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya.
Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya, dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku. Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.

Ketika konflik-konflik terjadi saat kami ta’aruf dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart. yours, Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju.

Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama ta’aruf, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit-sakitanan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

“Mario, suamiku….Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya.

Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “Kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?” Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu, Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya. Disurat terakhir, pagi ini…

“Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit. Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita ta’aruf, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi dihatimu ?”

Kemudian setelah selesai membaca surat itu tiba-tiba Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan. Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”. Tukas Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, Karena Meisha sangat berharap agar Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima istrinya. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario……

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.…

Kemelut dalam rumah tangga antara suami dan istri adalah bunga-bunga kehidupan, dan semestinya dihadapi dengan hati tenang dan lapang agar jangan saling mencerca, aniaya lidah maupun tangan, dan sekali-kali jangan pula mengambil keputusan agar bersegera ke perceraian. cobaan ALLAH didalam rumah tangga itu selalu ada maka ALLAHlah yang Maha Berkuasa dan kepada-Nya tempat kembali.

ALLAH Subahana wa Ta’ala Berfirman :

“Dan pergaulilah isterimu dengan cara yang baik maka jika kamu tidak menyukainya barangkali sesuatu yang kamu tidak sukainya itu justru Allah akan menjadikan padanya kebaikan yang sangat banyak.” (an-Nisa’: 19)

Wallahu A’lam..akan tetapi setiap orang yang akan kembali ke rahmat ALLAH, ALLAH menjadikan diri orang yang akan kembali itu untuk meninggalkan tanda-tanda kepada orang-orang disekitarnya bahwa ia akan kembali ke sisi Rabbnya, akan tetapi sebahagian manusia tiada sadar.
BACA JUGA: (VIDEO) MENGERIKAN..!! Seorang Anak Kecil Terjatuh Kedalam Kandang GORILLA,
Saya teringat di masa masih duduk di SMU dulu dengan salah seorang akhi sahabat dekat saya, yang setelah shalat Jum’at dia datang ke rumah saya dan mengajak saya ke tempat seorang teman yang dia merasa bersalah padanya dan ingin meminta maaf kepadanya. Sayapun memaksakan diri menurutinya, saya masih ingat raut wajahnya yang begitu serius saat itu.

Setelah sampai di rumah yang dimaksud, sang akhi tampak gundah gulana untuk menyampaikan maksudnya dan berkata “Aku ini jantan..dan harus melakukannya”, saya begitu takjub dengan sikapnya kala itu. setelah maksudnya tersampaikan, pada hari Minggu kemudian akupun mendengar kabar yang sangat membuat pilu hatiku bahwa dia telah tiada karena kecelakaan. Demikianlah tanda-tanda kekuasaan ALLAH, sungguh..segala kehendak ALLAH pasti terjadi dan tiadalah baginya penolong selain pertolongan ALLAH. la haula wala quwwata illa billah
Read more

Selasa, 24 Mei 2016

INILAH !! 5 Kekuatan Dahsyat di Balik Cowok Berwajah 'Pas-pasan', Ini yang Bikin Cewek Tergila-gila

Akhir-akhir ini pasangan muda mudi dari Purwakarta sedang hangat dibicarakan di kalangan para pengguna media sosial khususnya instagram.

Pasangan ini merupakan wujud nyata dari kalimat 'cinta tak memandang bentuk fisik'. Si gadis dari pasangan ini pun menjadi bahan nyinyiran netizen karena mempunyai kekasih yang berwajah rupawan.


Nah, ternyata 'cinta tanpa pandang bentuk fisik' ini bukan hanya terjadi pada mereka saja lo! Peristiwa-peristiwa yang serupa pun pernah terjadi sebelumnya.

Mereka adalah para pria yang sungguh beruntung karena memiliki kekasih hati yang rupawan. Tapi apa ya kira-kira alasan para wanita ini sehingga memilih mereka sebagai pujaan hatinya?
BACA JUGA: ASTAGFIRULLAH...!!!!!! GADIS CANTIKK INI TELAH MENANTANG {{ALLAH SWT))...!!!!
>> Berikut kami mengulasnya untuk kamu <<

1. Lebih menghargai kecantikan

Alasan ini tentu saja bukan alasan yang mutlak. Tapi biasanya, pria dengan modal wajah yang pas-pasan tentu akan lebih menghargai wanita yang mau menerima dirinya, apa adanya.

Tentu saja bukan berarti pria rupawan tidak bisa menghargai wanita ya, tapi pria dengan wajah yang rupawan akan punya banyak penggemar wanita yang mengerubutinya.

Nah, dengan demikian sainganmu mendapatkan dia jelas lebih banyak kan?


2. Tidak susah dan repot

Ya tentu saja memperebutkan hatinya tidak perlu menghadapi banyak pesaing seperti ketika kamu menginginkan pria tampan.

Dia akan lebih mudah menerimamu menjadi ratu hatinya. Apalagi jika kamu memang benar-benar tulus dengannya.
BACA JUGA: Miris !!! Gaji Dirut BPJS 530 Juta Sebulan ! Uang Rakyat Dipalak Cuma Buat Gaji Orang?
3. Pria tipe ini cenderung lebih setia

Dalam menjalin hubungan kesetiaan terhadap pasangan menjadi hal yang sangat penting. Nah, godaan untuk punya wanita lain pada pria tipe-tipe ini tentu tidak sebesar pria dengan wajah rupawan.

Walaupun tentu saja, kesetiaan seseorang tidak bisa dinilai dari wajah saja.


4. Hanya mengejar harta

Terkadang wanita hanya melihat kekayaan saja dalam menilai seorang pria.

Asalkan kaya dan pakai mobil mewah, tampang tidak akan menjadi masalah untuk wanita cantik yang satu ini.


5. Sudah jatuh cinta

Nah, dari berbagai alasan di atas, tentu alasan ini yang paling dapat diterima. Jatuh cinta, menjadi alasan mereka mampu menerima pasangannya apa adanya. Seseorang jika sudah jatuh cinta maka tidak akan pernah memperdulikan yang namanya tampang. Entah itu pria tampan atau biasa saja, jika sudah cinta maka dia akan tetap bersamanya.
BACA JUGA: WAJIB BACA..!! FOTO ini Menguak Modus Baru Kejahatan Ban Bocor...
Karena cinta itu bukan muncul dari kebaikan tampang, tapi cinta itu muncul dari kebaikan hati dan kenyamanan.(*)

Sumber : http://www.tribunnews.com /lifestyle/2016/05/24/ kekuatan-dahsyat- di-balik-cowok-berwajah- pas-pasan-ini-yang- bikin-cewek- tergila-gila 
Read more

Minggu, 15 Mei 2016

Netter Menangis, Melihat Mesranya Rani Aprilliani di Atas Pelaminannya Sebelum Akhirnya Meninggal

Meninggalnya perempuan bernama Rani Aprilliani warga Citapen Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat membuat banyak netizen menangis.

Ucapan turut berduka dan bersimpati melihat peristiwa ini tertulis di banyak postingan. Netizen menilai, peristiwa ini begitu menguras air mata lantaran Rani harus meninggal dunia. Tepat di hari pernikahannya.


Sebelumnya, Rani melalui akun Facebooknya telah memberikan kabar bahagianya tersebut. Dengan mengunggah undangan pernikahannya.
BACA JUGA: TERBONGKAR!!! FAKTA..!! Rahasia Mengapa Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Muslim..!!
Pernikahan yang ia sebut niat baiknya di bulan Mei ini. Namun tak disangka, hal lain terjadi di hari sakralnya tersebut.

Pasalnya, Rani dinyatakan meninggal dunia setelah kekasihnya, Kais Putra Prayoga mengucap ijab qobul di hari pernikahannya.

Melalui akun Facebook-nya yang bernama Rani Avrilla Part II, diketahui Rani sebelumnya memang sedang sakit. Namun tidak dapat diketahui, sakit apa yang diderita Rani. Meski begitu Rani bertekad sembuh.

Keinginannya ia sampaikan melalui sejumlah postingan status. Sejumlah postingan dari akun Rani, sejak bulan April ia beberapa kali mengunggah status yang menyatakan dirinya ingin segera sembuh. "Berikan kesembuhan seperti semula :') Jangan terlalu lama merasakan kesakitan ini .." tulis Rani pada 14 April 2016 lalu.
BACA JUGA: WAHAI PARA ISTRI..Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali, Jika ingin Karir Suamimu Sukses
Tidak hanya itu, Rani pun sempat berharap ia benar-benar diberi kesehatan di hari bahagianya, yakni di hari pernikahannya dengan Kais Putra Prayoga.

Harapan tersebut ditulisnya dalam sebuah status yang ia tulis pada awal bulan Mei ini, tepatnya pada 1 Mei 2016. Kais Putra Prayoga, lelaki yang sudah sah menjadi suami Rani pun juga masih merasa tak percaya dengan kepergian istrinya tersebut.

Terlebih, hal itu terjadi di hari pertama pernikahannya. Ia pun sempat mengunggah status yang menyatakan rasa tidak percayanya akan kehilangan istrinya tersebut melalui akun Facebook bernama Kais Putra Prayoga. Pernikahan tersebut digelar pada Sabtu (14/5/2016).

Kabarnya, Rani telah menjalin kasih dengan Kais selama 5 tahun terakhir. Dan akan mengakhiri hubungan tersebut dalam sebuah ikatan suci.
BACA JUGA: Padahal Orang-Orang Ini Rajin Sholat Tapi Malah Mendapat Murka Allah, Mengapa?
Banyak netter yang ikut berduka atas  perstiwa tersebut,  Farid Mfh misalnya yang menuliskan, "Doain saja. Ikhlaskan. Surga istri terletak di keridhoan suami."
Read more

Sabtu, 14 Mei 2016

HARU,,,!!.. VIDEO: 5 Kisah Cinta Paling Mengharukan, Awas Baper!

Kisah cinta romantis yang mengharukan ternyata nggak cuma ada dalam cerita dongeng loh. Video ini bukan mengisahkan tentang betapa manisnya Romeo dan Juliet, atau juga Jack dan Rose di film Titanic. Video ini menyuguhkan kisah romantis yang lebih bikin haru.


Kevin Hendrawan, dalam programnya LIMA, bakal ngasih cerita manis buat kalian tentang lima kisah cinta yang super mengharukan. Diambil dari kisah nyata orang-orang di berbagai belahan bumi, ada salah satunya yang akhirnya bertemu kembali setelah puluhan tahun terpisah jauh.

Bukti kekuatan cinta memang nyata kalau kamu mau lihat video ini. Bahkan saat kulit keriput dan rambut memutih pun dua insan saling mencinta yang sempat terpisah jauh, akhirnya bisa dipertemukan. Kamu pasti bakal ikut berkaca-kaca deh Famous People melihat kisah-kisah romantis mereka ini.

Mendingan nggak usah tunggu lama deh. Langsung saja tonton video yang satu ini. Mungkin saja loh, saat kamu tua nanti kamu akhirnya bisa bersatu dengan cinta pertamamu. (rut)

Berikut Videonya:





Sumber Video: https://youtu.be/2Hr5VHHZNgo

Sumber artikel: famous.id
Read more

Subhanallah... Jika Istri “MINTA” Duluan?? Dia Bisa Dapat Tiket masuk SURGA, Berikut Penjelasannya

Pengumuman untuk para istri mohon baca ini klo mau masuk SURGA....!! Dalam kehidupan masyarakat kita yang berbudaya timur, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang wanita membicarakan dan meminta hubungan suami istri. Bagaimana Islam menjawab permasalahan istri minta hubungan duluan tersebut?


Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini.
BACA JUGA: Wahai Para Istri..Jika Ingin Karir Suamimu Sukses, Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali
Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’

“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’

‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,’ kata Zainab. ‘Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.’

“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.”

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya.
BACA JUGA: PENTING..!! Tahlilan dan Yasinan Adalah Sunnah Bukan Bid’ah, Inilah Penjelasannya Tolong di Sebarkan..!!
Tapi seperti minuman hangat yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.

 Baca Juga : Masya Allah...Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan LUNAS

Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.
BACA JUGA: MERINDING,!!! Inilah Ucapan Tukang Kebun Soekarno, yang Membuat Banyak Orang Meneteskan Air Mata
Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”

Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Jadi jika Anda, seorang istri, belum pernah mengajak suami? Hmm, cobalah. Temukan sesuatu yang beda di sana…

Semoga bermanfaat...jangan lupa bagikan info ini kesetiap pasangan....

Sumber : bagikan.xyz
Read more

Rabu, 11 Mei 2016

Masya ALLAH Bikin Nangis, Tulisan seorang suami yang menjaga istrinya hingga ajal

Sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan dialami seorang pria yang kehilangan istrinya karena penyakit kanker. Namun, dalam perjalanan jelang ajal sang istri, pria tersebut terus mendampingi istrinya.

Berikut kisahnya yang dibagikan pengguna Facebook bernama Mas Rozi yang sangat mengharukan dan membujat netizen menangis membaca perjalanan cinta pasangan tersebut.

“Tiba-tiba HP ku berdering, setelah menjawab salam suara diseberang telepon tampak panik “Ayah.. bunda mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku saat itu karena belum pernah dia mengalami mimisan seperti ini.


Memang cuaca di bulan Agustus 2007 siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini akibat cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dia untuk segera ke dokter.
BACA JUGA: Wahai Para Istri..Jika Ingin Karir Suamimu Sukses, Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali
Beberapa hari kemudian istriku sakit pilek. Seperti biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung dan jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu melihatnya seperti itu.

Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tak nyaman dan susah bernafas. “Bun… besok kita ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku agar ia mau ke Rumah sakit.

Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istriku alergi pada debu dan juga bulu-bulu binatang. Tapi sampai obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

***
Tanggal 3 Nov 2007 …

Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”

Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.
BACA JUGA: PENTING..!! Tahlilan dan Yasinan Adalah Sunnah Bukan Bid’ah, Inilah Penjelasannya Tolong di Sebarkan..!!
Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.

Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

“ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”

ibu positif kanker!”

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?” Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku, tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.

“duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”

“Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,” tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.
BACA JUGA: Sedih..!! Putri Pak Harto Bicara Karma Sambil Unggah Foto Ayahnya Bercucuran Air Mata,,
Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”

“kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.

Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?

“Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.

“Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”

Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.

Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

“Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.

“iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”

Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.

Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

Tanggal 5 Desember 2007 …

Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu

Tanggal 8 Desember 2007 …

Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.
BACA JUGA: Padahal Orang-Orang Ini Rajin Sholat Tapi Malah Mendapat Murka Allah, Mengapa?
Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.

Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat.

Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

“Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Tanggal 26 Maret 2008 …

Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”

“Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter.

Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.
BACA JUGA: Astaugfirullah!!! Bapak Ini Tak Dilayani Karena Berpakaian Lusuh, Tiba-Tiba Semua Terdiam
“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini,

kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”

Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku
BACA JUGA: KEBANGETAN,,!! Biaya AC di Tagihkan Juga Saat Makan di Restoran Sampai Rp 34 ribu
Tanggal 6 April 2008

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya.

Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

“ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas. Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.

Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

Minggu, 4 Mei 2008 ...

Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.

Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain. Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

Senin, 5 Mei 2008 ...

Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

Selasa, 13 Mei 2008 ...

Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

Rabu, 14 Mei 2008 ...

Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

“Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.

Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.

Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!

Kamis, 15 Mei 2008 ...

Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..."


[Sumber pelangimuslim.com]
Read more